Showing posts with label Reading. Show all posts
Showing posts with label Reading. Show all posts

Sunday, June 19, 2016

IJakarta : Digital Library




Dear All,

I am happy because at last Jakarta have digital library like overseas library in which you can borrow ebook from apps ^^^^^

Akhirnya Jakarta, kota tercinta kita, memiliki sebuah perpustakaan digital yaitu IJakarta. Sebuah perpustakaan digital dari pemerintah provinsi DKI Jakarta. Apa sih perpustakaan digital ? Jadi perpustakaan digital adalah perpustakaan virtual di mana buku-buku yang dipinjam dikoleksi dalam bentuk e-book sehingga peminjamannya pun dilakukan secara digital melalui aplikasi Android atau IOS. Cara pendaftarannya pun sangat mudah yaitu dengan mengunduh aplikasi tersebut dan mendaftarkan diri. Meskipun diberi nama IJakarta, namun pendaftarannya tidak hanya terbatas pada penduduk kota Jakarta, siapapun dapat mendaftarnya. Setelah itu, kita langsung dapat meminjam ebook yang ada dari koleksi. Namun sama seperti buku biasa yang jumlahnya terbatas, koleksi ebook ini pun dibatasi jumlahnya sehingga apabila ebook yang ingin dipinjam sedang kosong, kita harus menunggu seseorang mengembalikan ebook tersebut baru kita dapat meminjamnya. Di samping meminjam, kita juga dapat mendonasikan ebook dengan cara membayar sejumlah uang untuk membeli ebook yang akan dijadikan koleksi dalam perpustakaan digital. Biasanya kan menjadi anggota perpustakaan membutuhkan biaya keanggotaan, jadi berapa sih biaya yang perlu dibayarkan ? Jawabannya Zero alias G-R-A-T-I-S. 

So, tunggu apa lagi buruan segera daftar dan tingkatkan pengetahuan kamu dengan membaca ebook-ebook yang telah disediakan secara gratis ini. 

Have a great day everyone ^^


Regards, 
Angela

Friday, May 20, 2016

World Book Day and National Book Day 2016



source : news.108jakarta.com


Dear All,

Tidak terasa sudah hampir 1 bulan berlalu sejak World Book Day 2016 yang jatuh pada tanggal 23 April. Tanggal 23 April ditetapkan sebagai bentuk penghormatan bagi penulis Miguel de Cervantes yang meninggal pada tanggal tersebut. Peringatan Hari Buku Nasional sendiri jatuh pada tanggal 17 Mei. Penetapan tanggal 17 Mei didasarkan pada hari peresmian perpustakaan nasional pada tahun 1980. Sayangnya pada peringatan hari buku yang spesial ini, dibarengi pula dengan berita negatif tentang pembakaran dan pemusnahan buku-buku yang dianggap berpaham "extreme kiri (komunis)". Hal ini tentunya sangat menyedihkan hati. 

Meskipun peringatan hari buku tersebut telah lewat, saya berharap para pencinta buku tetap tidak berhenti untuk mengapresiasi buku ataupun ebook yang ada. Semoga dengan peringatan hari buku ini akan semakin banyak mereka yang membaca buku karena buku adalah sumber pengetahuan. Bagi mereka yang memiliki buku yang tidak dibaca kembali, dapat pula mendonasikannya kepada mereka yang membutuhkan. Salah satunya bisa melalui dropbox yang tersedia di toko buku Gramedia ataupun mengirimkannya secara langsung ke pihak-pihak yang terkait. Dan seperti biasa, pada peringatan Hari Buku Nasional, toko buku Gramedia memberikan diskon sebesar 20% untuk pembelian semua buku dan diskon 30% bila menggunakan kartu BNI dari tanggal 17 - 20 Mei 2016. So, tunggu apalagi buruan manfaatkan kesempatan ini. 

Have a good reading everyone ^^


Regards, 
Angela

Sunday, May 15, 2016

Grobmart.com




Dear All, 

Now I would like to share about Grobmart.com

What is Grobmart.com ? Grobmart.com adalah sebuah toko buku online di Indonesia. Lalu apa bedanya dengan bukukita.com atau gramedia.com atau toko buku online lainnya ? 

Grobmart.com menawarkan harga yang cukup murah dibandingkan dengan pesaingnya. Di samping itu, sistem deliverynya pun sangat menarik, dihitung berdasarkan jumlah buku yang di order di mulai dari Rp 3.000,- / bukunya untuk standard shipping (2-3 hari kerja) untuk wilayah DKI Jakarta dan mayoritas Bandung. Hal ini tentunya sangat menarik bagi seseorang yang hanya ingin membeli 1 buah buku dibandingkan dengan ongkos kirim yang berlaku selama ini Rp 9.000,- / kg (dari JNE). Di samping itu, Grobmart.com juga menawarkan kebijakan pengembalian buku selama 14 hari asalkan memenuhi persyaratan yang berlaku. Hal ini tentunya sangat melegakan bagi mereka yang penuh dengan kesibukan sehingga tidak harus diburu-buru waktu untuk segera menukarkan barang pesanan mereka yang bermasalah. 

Sayangnya Grobmart.com memiliki kekurangan bahwa ia tidak menawarkan pilihan selengkap para pesaingnya. Namun, bagi para pencinta buku yang ingin berhemat, boleh menambahkan Grobmart.com dalam daftar toko buku yang patut dipertimbangkan untuk membeli buku secara online. 

Have a nice shopping everyone ^^

Link : Grobmart

Regards,
Angela

Wednesday, March 23, 2016

Meet "Cipika Bookmate", the first online books subscription in Indonesia

Dear All,



Now I would like to introduce "Cipika Bookmate". Maybe from the name, you can already inferred that it is books related. 

Yup, Cipika Bookmate adalah langganan buku online pertama yang ada di Indonesia. Bekerja sama dengan Bookmate, Cipika (yang merupakan besutan dari Indosat), meluncurkan langganan buku online di Indonesia. Bagi yang telah membaca artikel blog ini sebelumnya, mungkin masih mengingat bahwa saya pernah membahas mengenai "Readingwalk". Pada dasarnya, mereka sama2 merupakan usaha yang bergerak di bidang penyewaan buku. Hanya bedanya Readingwalk (yang saat ini sedang di non-aktifkan) menyewakan buku secara fisik dan jumlahnya pun dibatasi tergantung paket yang diambil. Sedangkan Cipika Bookmate menyewakan buku secara online dan jumlahnya tidak dibatasi. 

Cara kerjanya pun sangat mudah. Pada prinsipnya pembaca hanya perlu mendaftar dan membayar 1x (bisa per bulan, per 3 bulan, atau per 1 tahun). Lalu setelah itu, pembaca tinggal login dan mendownload buku yang hendak dibaca. Pendaftarannya bisa dilakukan melalui apps (android, ios, windows store) atau website. Pembaca tidak perlu khawatir akan kehabisan kuota internet, karena pembaca bisa membaca buku yang telah didownload tersebut secara offline alias tidak memerlukan koneksi internet.  Biayanya pun sangat murah sekitar Rp 39,000,- / bulan. Namun, bila pembaca memiliki nomor indosat, pembaca bisa mencoba nya secara gratis pada bulan pertama. Bahkan seandainya pun tidak memiliki nomor indosat, pihak Bookmate Cipika suka mengadakan promo gratis untuk bulan pertama pembaca baru. Bagi para pencinta buku, hal ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. 

So, tunggu apalagi buruan guys segera daftar dan manfaatkan peluang ini. Have a great day, everyone ^^

Link : Cipika Bookmate


Regards, 
Angela

Wednesday, February 4, 2015

Bad Quality Paper from Gramedia Publisher ????

Dear All,

Mungkin seperti yang telah diketahui berdasarkan tulisan saya dalam blog ini, bahwa saya merupakan seorang yang suka membaca dan membeli buku, baik printed book maupun ebook. Sebagian orang akan memilih printed book atau ebook. Namun, saya pribadi memilih keduanya. Jadi untuk non fiction, saya biasanya memilih printed book yang saya beli dari Gramedia (karena saya memiliki Gramedia Flazz Card en sedang mengumpulkan point, haha ^^) dan ebook yang saya beli di internet. Seperti biasa, pada suatu waktu saya datang ke Gramedia untuk melihat-lihat buku yang menarik. Dan saya pun melihat sebuah novel yang setelah saya baca sinopsisnya ternyata cukup menarik perhatian. Biasanya saya akan membeli novel dalam bentuk ebook melalui internet. Namun kali ini saya ingin membelinya dari Gramedia. Selain karena ingin support toko buku lokal, saya juga ingin membacanya dalam bahasa Indonesia (setelah sekian lama membaca novel dalam bahasa Inggris). Namun, alangkah terkejutnya saya ketika melihat kualitas kertas cetakan yang digunakan. Kualitas kertas yang digunakan hampir sama seperti ketika saya membeli buku murah meriah dari penerbit yang tidak dikenal (bayangannya seperti kertas koran yaitu tipis dan agak gelap). Hal ini sangat tidak lazim bagi penerbit sekelas Gramedia. Mengapa saya katakan tidak lazim ? karena saya mengenal betul kualitas kertas dari buku-buku terbitan Kompas Gramedia Group yang notabene sangat baik. 

Saya pun mencoba untuk berpikir positif. Mungkin hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya penerbitan buku, terutama apabila mengingat novel tersebut merupakan seri ke 3 dari trilogy best seller dan sudah dihargai 80 ribu-an. Alhasil saya pun memutuskan untuk tidak jadi membeli buku novel tersebut karena bagi saya selain isi cerita, kualitas buku tersebut sangat lha penting. Bila dari pihak percetakan Gramedia ada yang membaca blog ini, saya harap ini dapat menjadi evaluasi agar selalu memperhatikan kualitas kertas dari buku terbitannya. Karena meskipun kelihatannya sepele tetapi bagi para kolektor dan pencinta buku seperti saya, hal ini merupakan sesuatu yang penting.  So, untuk sementara ini, saya tetap membeli novel tersebut dalam bentuk ebook dari tempat langganan.

Well, menutup artikel yang bernada sedih ini, saya ingin menyampaikan informasi gembira bahwa mulai tanggal 2 s/d 8 Februari, toko buku Gramedia mengadakan diskon 30% untuk semua buku terbitan Kompas Gramedia (khusus pembayaran melalui flazz dan kartu kredit BCA). So, tunggu apalagi buruan ke toko buku Gramedia. Have a great day, everyone ^^

Regards, 
Angela  

Saturday, January 31, 2015

National Readathon Day 2015 : #timetoread

Dear All,



I would like to share my experience about National Readathon Day 2015

Sebelumnya, saya minta maaf karena baru bisa posting sekarang tentang National Readathon Day 2015. National Readathon Day, dirayakan minggu lalu pada tanggal 24 Januari. Secara serempak di Amerika diadakan acara marathon membaca buku selama kurang lebih 4 jam dari pk 12 siang hingga pk 4 sore, yang diselenggarakan oleh Goodreads dan media lainnya. Karena adanya perbedaan waktu antara Indonesia dengan Amerika selama 12 jam, maka perayaan di Indonesia berarti pada hari Sabtu malam pk 12 malam hingga pk 4 pagi. Tentunya hal ini memberatkan bagi mereka yang ingin ikut membaca buku secara serentak. Tetapi jangan berkecil hati, menyiasati perbedaan waktu tersebut, Goodreads Indonesia pun mengadakan acara membaca buku secara marathon pada hari Sabtu, 24 Januari menurut WIB.  Tentunya National Readathon Day 2015 ini pun banyak dirayakan secara offline di tempat-tempat tertentu.

Penulis pun mengikuti acara marathon tersebut dengan melakukan pledge (janji) untuk membaca buku "Memetik Matahari" karangan Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia. Meskipun pada akhirnya penulis baru dapat menyelesaikan keseluruhan buku sekitar pk 5 sore (jauh melebihi jadwal). Haha. Tapi penulis merasa senang karena bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini. Ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga. So, semoga tahun depan diadakan kembali dan lebih banyak pembaca buku yang ikut berpartisipasi. 

Have a great day, everyone ^^

Regards, 
Angela

Thursday, January 1, 2015

Another Online Rental Book

Dear all,



Like I always, I love to inform you guys about books related website. 

Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya mengenai online rental delivery di Indoesia yaitu Readingwalk. Kali ini saya juga ingin menginformasikan mengenai online rental delivery yang ada di Amerika yaitu Booksfree. Berbeda dengan Readingwalk dimana pengiriman buku dilakukan oleh kurir, Booksfree menggunakan jasa mail order sehingga penyewa tetap harus mengantar buku tersebut ke kantor pos untuk mengembalikan buku yang telah disewa. Meskipun demikian, Booksfree merupakan online rental delivery yang perlu dipertimbangkan bagi para book lovers di Amerika mengingat jumlah koleksi buku yang sangat banyak, biaya yang terjangkau, serta tidak adanya batasan waktu dalam mengembalikan buku. Hal ini tentunya sangat memanjakan para pencinta buku. 

So, bagi pencinta buku yang ingin membaca buku tanpa perlu membeli atau meminjam dari perpustakaan, bisa mempertimbangkan Booksfree sebagai pilihan yang sangat menarik. 

Have a good days, everyone ^^

Regards, 
Angela

Tuesday, August 12, 2014

Gramediana : Self Publishing


 Dear All,

Sebagai seseorang yang memiliki hobi gemar membaca, tentunya wajib mengikuti trend-trend terbaru yang terjadi di industri penerbitan. Mungkin industri penerbitan yang dikenal di Indonesia adalah penerbitan media cetak, baik itu majalah, koran, buku, brosur, flyer, dll. Dan di Indonesia, perusahaan penerbit yang dikenal pun hanya terbatas yaitu Gramedia, Ufuk, Mizan, Daras, Dastan, Andi, dsb. Tahap-tahap yang biasanya harus dilalui oleh seseorang yang ingin menerbitkan buku adalah mengirimkan naskah mereka ke penerbit. Penerbit akan menilai apakah naskah tersebut layak untuk diterbitkan. Bila ya, maka mereka akan mengedit, mendesain cover, mencetak, hingga memasarkannya ke toko-toko buku yang ada. Namun, biaya yang perlu dikeluarkan untuk menerbitkan buku tidak lha sedikit. Untuk itu, tidak semua buku dapat diterbitkan. 

Teknologi internet telah merombak industri penerbitan. Sekarang, semua orang dapat menerbitkan buku. Mereka yang menerbitkan buku baik fiksi atau non fiksi tanpa melalui perusahaan penerbit dikenal dengan istilah penulis indie. Dan buku terbitan mereka dikenal dengan sebutan ebook (buku elektronik). Caranya pun sangat mudah. Mereka hanya perlu memasukkan buku terbitan mereka ke website yang menjual ebook dan menentukan harga jual ebook tersebut. Biasanya perusahaan pembuat website akan mendapatkan komisi dari penjualan ebook tersebut. Bila dulu ebook hanya dapat dijual melalui website luar negeri. Maka sekarang di Indonesia, para penulis indie dapat menjual ebook mereka melalui website Gramediana (bagian dari Gramedia Group) yang tentunya sudah tidak asing lagi. Meskipun demikian, bukan berarti penulis indie tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Karena agar ebook mereka dapat laris terjual, dibutuhkan jasa editor dan designer untuk meningkatkan mutu dan daya tarik ebook mereka. Dan beruntungnya, pihak gramediana pun menyediakan jasa editor dan design cover untuk penulis indie. Tentunya dengan biaya tertentu.

Nah bagi rekan-rekan sekalian yang berniat menerbitkan ebook dalam bahasa Indonesia bisa mencobanya melalui Gramediana atau website luar negeri (bagi ebook berbahasa Inggris). Selamat mencoba. Good luck everyone ^^

Regards,
Angela.

Friday, July 25, 2014

Goodreads : Reading Challenge


Dear all,

Mungkin seperti yang sudah kalian semua tahu bahwa saya merupakan seorang pencinta buku. Tidak hanya suka dalam membaca tetapi juga mengkoleksi buku. Namun, apalah artinya buku yang dikoleksi bila tidak dibaca ? So, sama seperti tahun lalu kali ini saya pun kembali mengikuti Goodreads Reading Challenge 2014. Kali ini saya meningkatkan target jumlah buku yang harus dibaca menjadi 30 buku dalam 1 tahun. Tahun lalu saya gagal dalam mencapai target. Namun, kali ini saya bertekat harus bisa mencapai target yang telah ditetapkan bahkan melebihinya. Sampai pertengahan tahun ini saya sudah membaca kurang lebih 12 buku. Memang masih kurang dari schedule. Namun, saya berharap pada libur lebaran kali ini saya memiliki waktu lebih untuk membaca buku. Karena membaca buku adalah passion saya.

Nah bagi teman-teman yang berminat untuk meningkatkan jumlah buku yang ingin dibaca, bisa ikut bergabung dengan Goodreads dan mengikuti Goodreads Reading Challenge 2014. Namun yang perlu diketahui pula bahwa dalam Challenge ini tidak ada menang atau kalah. Setiap orang adalah pemenang. Semoga, membaca tetap menjadi kebiasaan yang dimiliki oleh semua orang karena membaca itu sangat baik dan bermanfaat. Ayo Membaca ^^

Regards, 
Angela


Thursday, July 17, 2014

Book Review : The Runaway King by Jennifer A. Nielsen (spoiler)



Hello all,

Seperti yang telah saya tuliskan di post sebelumnya, saya pun membaca novel kedua dari trilogy Takhta yaitu The Runaway King. Novel kedua ini merupakan kelanjutan langsung dari novel pertamanya.

(spoiler)

Setelah diangkat menjadi raja, pangeran Jaron yang masih muda harus memimpin kerajaan Carthya. Kematian keluarga kerajaan pun diumumkan secara resmi dan dimakamkan. Banyak raja dari kerajaan tetangga yang menghadiri upacara pemakaman ini, termasuk raja Vargan dari kerjaan Avenia yang ingin merebut tanah milik Carthya. Akibatnya raja Jaron pun memilih menghindari upacara pemakaman tersebut. Namun, malang seperi tak pernah menjauh, seseorang berusaha membunuhnya di sebuah taman. Ia pun menjadi sangat kaget karena mengenali sang pembunuh. Tidak berhenti sampai di sana, istana Carthya menganggap raja Jaron belum dewasa dan ingin mengangkat seorang Wali. Jaron yang tumbuh dewasa sebelum waktunya pun menyadari bahaya yang harus dihadapi kerajaan Carthya. Demi menyelamatkan Carthya, ia pun meninggalkan kerajaannya.

Melalui novel kedua ini, kita diajak untuk menyelami perjuangan raja Jaron dalam menghadapi musuh-musuh kerajaan Carthya bahkan hingga musuh dalam selimut. Kita seolah-olah ikut merasakan penderitaan lahir dan batin yang dialaminya. Tak pelak, kita ikut bersimpati dengan penderitaan yang harus ia tanggung sebagai seorang raja dan anak yang kehilangan keluarganya. Banyak pengorbanan yang harus ia lakukan agar kerajaannya yang berada di ambang peperangan, dapat bertahan. Sekali lagi, Jennifer A. Nielsen menunjukkan kepiawaiannya dalam melukiskan perasaan dan pikiran Jaron sehingga dapat tersampaikan dengan sangat baik.

Novel kedua ini memiliki alur cerita yang lebih dewasa dan menyentuh perasaan dibandingkan novel pertamanya. Di tengah penderitaan yang seolah tidak ada habisnya, muncul setitik cahaya yang memberikan pengharapan dalam wujud yang tak terduga. Meskipun demikian, perjuangan Jaron masih jauh dari selesai. Bagaimanakah Jaron dapat mempertahankan kerajaannya dari musuh-musuhnya ? semua itu akan terjawab dalam seri ketiga nya The Shadow Throne. Namun, hingga kini novel ketiganya belum diterbitkan oleh Gramedia. Mari berharap agar Gramedia segera menerbitkan novel ketiganya. Thank you for reading this blog and have a great day.

Regards,
Angela


Tuesday, July 15, 2014

Book Review : "The False Prince" by Jennifer A. Nielsen



Dear all,

Sudah lama sekali saya tidak membaca buku medieval yang bertemakan kerajaan. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Jennifer A. Nielsen yang membangkitkan kembali semangat saya dalam membaca novel bertemakan kerajaan. Pertama kali saya melihat buku "The False Prince" yang ditulis oleh Jennifer A. Nielsen, saya langsung beranggapan bahwa buku ini bersifat kekanak-kanakan karena covernya yang menggunakan karakter anak kecil dan tokoh utamanya seorang anak kecil. Dan saya pun tidak membeli buku tersebut meskipun saya merasa bahwa buku tersebut menarik. Beberapa kali melihat buku tersebut terpajang di Gramedia pun tidak membuat saya menjadi ingin membaca buku tersebut. Baru pada suatu hari ketika Gramedia mengadakan promo 25% bagi para member Kompas Gramedia Value Card, saya melihat sebuah buku berjudul "The Runaway King" yang menurut saya sangat menarik. Kok bisa ? Bagaimana tidak, sejak dulu saya memiliki kelemahan bagi buku-buku yang memiliki tokoh utama adalah raja. Covernya pun kali ini dibuat dengan menggunakan warna hijau dan simbol pedang dengan ukiran gagang pedang seperti pada zaman dahulu kala. Hal ini membuat saya langsung tertarik dengan novel tersebut.

Tidak dapat dibayangkan betapa kagetnya saya, ketika mengetahui bahwa buku "The Runaway King" merupakan buku kedua dari trilogy "Takhta" dimana "The False Prince" merupakan buku pertamanya. Kontan saat itu saya langsung yakin bahwa saya harus membeli kedua buku tersebut. Dan eng ing eng, akhirnya saya pun membeli kedua buku tersebut. Tentunya semangat ini semakin didorong dengan adanya promo 25% dari Gramedia ^^. Setelah pulang, saya pun langsung membaca buku "The False Prince". Buku ini sangat menarik. Sejak pertama kali membaca, saya seolah tidak dapat melepaskan diri dari keasyikan membaca kata demi kata. Dan tanpa sadar, saya dapat menyelesaikan buku tersebut dengan cepat. Dari segi cerita, buku ini sangat unik karena ceritanya menggunakan tokoh seorang anak kecil yang bahkan bisa dibilang masih bocah, tetapi memiliki alur yang sangat dewasa. 

Tokoh utamanya bernama Sage. Dia adalah seorang anak yatim piatu di sebuah negara Carthya. Pada suatu hari dia diculik oleh seorang bangsawan bernama Bevin Connor untuk menjalankan sebuah rencana yang sangat mustahil yaitu menyamar menjadi seorang pangeran. Kontan, Sage pun menolak rencana tersebut, namun apa daya Connor mengancam akan membunuh mereka yang menolak atau memberitahukan rencana tersebut. Dengan pilihan kematian atau ikut berpura-pura menyamar sebagai pangeran, Sage pun berusaha dengan sungguh-sungguh agar terpilih menjadi sang pangeran. Dalam cerita ini, Sage memiliki 2 orang rival yaitu Tobias seorang kutu buku yang berbahaya dan Roden pemberontak yang memiliki ambisi. Sebagai pembaca, kita diajak untuk mengikuti perjuangan Sage dalam usahanya menjadi seorang pangeran bersama dengan kesulitan-kesulitan yang harus dihadapinya.

Dari segi penulisan, Jennifer A. Nielsen dapat menuliskannya dengan sangat baik. Setiap kata-kata yang ada di buku ini tidak ada yang sia-sia, tetapi semakin membawa kita untuk terhanyut dalam alur cerita yang menawan dan menyentuh perasaan. Bagi para pencinta novel yang bertemakan kerajaan, saya sangat merekomendasikan buku ini karena ceritanya yang sederhana namun istimewa. Saya pun tidak sabar untuk membaca novel keduanya. Great job for Ms. Jennifer A. Nielsen. Cannot wait for Gramedia to published the third novels. ^^

Have a great day, everyone

Regards, 
Angela

Tuesday, July 8, 2014

My love for Smashwords, Kobo, Book Depository, and Better World Books



Dear guys,

Sorry for not writing sooner. I really hope that I could write regularly because I really love writing and reading. 

Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, saya sangat suka membaca. Saya hobi berbelanja buku ke Gramedia dan membaca cerita fan fiction di website-website fan fiction, seperti fanfiction.net dan archieveofourown, dll. Nah, sebagai pencinta buku, tidak cukup rasanya hanya berbelanja di Gramedia dan membaca fan fiction. Di samping membaca buku berbahasa Indonesia, saya juga sangat suka membaca buku bahasa Inggris. Lalu, bagaimana caranya berbelanja buku berbahasa Inggris ? 

Seperti yang mungkin telah banyak diketahui, di Indonesia tidak mudah untuk membaca buku berbahasa Inggris, bukan karena tidak ada toko buku impor melainkan karena koleksinya yang tidak lengkap. Bagi sebagian orang yang memiliki penghasilan yang cukup mungkin tidak menjadi masalah bila harus mengimpor buku secara langsung dari Amazon. Lalu bagaimana dengan mereka seperti penulis yang memiliki uang pas-pasan. Jawabannya adalah Smashwords, Book Depository, dan Better World Books.

Smashwords merupakan website penjual buku elektronik yang dikenal dengan sebutan e-book, namun kebanyakan buku-buku yang ada di Smashwords adalah karangan Indie so kita tidak dapat menemukan buku-buku best seller di Smashwords. So kenapa penulis menyukai Smashwords ? Hal ini karena Smashwords memberikan royalty yang cukup besar terhadap penulis Indie (Support Author melalui pembelian buku legal) dan story-story yang ditulisnya sederhana tetapi menarik. Di samping itu Mark Coker yang merupakan pendiri Smashwords sangat concern dengan para penulis dan pembacanya. Kelebihan lainnya, di website ini, ebook yang dijual tidak dilengkapi dengan DRM sehingga pembaca bisa membaca buku itu di mana saja.

Di samping Smashwords, Kobo juga merupakan website penjual buku elektronik lainnya yang sangat penulis sukai karena penulis bisa membeli buku di Kobo dengan harga yang sangat murah tanpa minimum order dengan menggunakan kupon diskon yang banyak terdapat di internet. Para pembaca bisa mencari kupon ini dengan mudah (tentunya dengan bantuan paman Google). Di samping itu, siapa saja dan dari negara mana saja bisa membeli ebook di Kobo (meskipun ebook tersebut dilengkapi dengan DRM untuk mencegah terjadinya pembajakan).

Kedua website di atas, sangat baik bagi para pencinta buku berbahasa Inggris yang ingin membeli ebook berkualitas dengan harga terjangkau. Lalu bagaimana dengan dua website lainnya ?

Book Depository yang sekarang dibeli oleh Amazon, didirikan oleh mantan pekerja Amazon di Inggris. Kelebihan utama Book Depository dibandingkan para kompetitornya adalah para pembeli tidak dikenakan biaya pengiriman. Selain itu, harga yang ditawarkan juga sangat kompetitif sehingga Book Depository merupakan heaven bagi para pencinta buku impor. Pelayanannya juga sangat memuaskan dimana mereka akan mengirimkan kembali buku atau menawarkan refund bagi buku yang telah sampai. Even mereka menawarkan refund atau mengirimkan buku yang sama untuk kedua kalinya, seandainya buku yang pertama telah tiba, mereka dengan ikhlas memberikan buku atau refund tersebut kepada kita. Very Very Very Delightful and Amazing Customer Service They Have. 

Last but not least, Better World Books. Sama seperti Book Depository, Better World Book merupakan website yang menjual buku-buku impor tanpa dikenai biaya pengiriman. Namun yang membedakan Better World Book dengan Book Depository adalah keunggulan Better World Book terdapat pada persediaan buku-buku lama yang ditawarkan. So bagi para pembaca yang ingin membeli buku lama namun sudah tidak diproduksi lagi (alias second) bisa mencoba untuk mencarinya di Better World Book. Harga yang ditawarkan juga tidak mahal. Namun, jangan membeli buku baru di Better World Book karena harga yang ditawarkan sangat mahal.

So, sekian sharing dari penulis. Semoga website-website ini dapat membantu bagi para pencinta buku impor. Sehingga semakin memuaskan kebutuhan membaca dan pengetahuan kita semua. 

Have a nice day everyone ^^

Regards,
Angela

Thursday, June 12, 2014

Readingwalk.com

 
Dear all,

Today is a very great and wonderful day. Now I want to talk a little about Reading Walk.com

Di Indonesia, perpustakaan merupakan sesuatu yang langka. Mengapa langka ? karena dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, hanya tersedia sedikit perpusatakaan yang menawarkan buku-buku berkualitas. Di tengah minimnya perpustakaan buku-buku berkualitas, muncullah Readingwalk.com. Apa sih Reading Walk.com itu ? Reading Walk merupakan sebuah usaha penyewaan buku online yang didirikan pada tahun 2010 oleh 2 orang pencinta buku yang bernama Yasmin Indriasti dan Fibria Heliani. Lalu apa yang istimewa dari Reading Walk ? Yang istimewa dari Reading Walk adalah bila selama ini kita ingin menyewa buku, kita harus datang ke tempat tersebut. Maka Reading Walk menawarkan kemudahan antar jemput penyewaan buku, dengan biaya tertentu hingga gratis bila mengambil paket yang ditawarkan. Tentunya hal ini sangat membantu dalam menghindari kemacetan lalu lintas, apabila kita ingin menyewa buku dan harus pergi ke perpustakaan yang lokasinya jauh.

Di samping menawarkan kemudahan bagi para pencinta buku, Reading Walk juga menawarkan profit sharing bagi para pemilik buku melalui program "Titip Buku". Jadi dengan program ini, bagi para pemilik buku yang ingin menyewakan bukunya untuk menambah penghasilan ataupun sekedar mengosongkan lemari bukunya yang sudah penuh, tidak perlu repot-repot menyiapkan infrastrukturnya, cukup bergabung dengan program "Titip Buku" Readingwalk, maka mereka pun bisa ikut menikmati hasil dari omset jasa Reading Walk. 

 So, bagi mereka-mereka para pencinta buku ataupun pemilik buku, Reading Walk merupakan sebuah usaha yang sangat menarik. Sayangnya, hingga saat ini Reading Walk baru dapat melayani pengiriman di wilayah Jakarta. Harapan penulis semoga kedepannya usaha Reading Walk dan sejenisnya semakin berkembang dan bertambah maju dan dapat melayani wilayah yang lebih luas. Dan semakin banyak pula warga Indonesia yang dapat membaca buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau.

Have a nice day, everyone ^^

Update : Website Readingwalk.com telah di non aktifkan oleh sang pemilik untuk waktu yang tidak ditentukan

Regards,
Angela

Link : Reading Walk

Disclaimer : penulis merupakan salah satu orang yang menitipkan bukunya di Reading Walk.com, namun tulisan ini sepenuhnya merupakan opini pribadi penulis tanpa ada keterlibatan pihak Reading Walk.com

Wednesday, June 4, 2014

Fan Fiction

Dear guys,
This is an old post from my old blog, but I want to share it.

Like I said before, I love books. But more importantly I love story. Lately I love to read fan fiction. I love to read fan fiction about X Files, Mission Impossible Ghost Protocol, Franklin and Bash, Scrubs, Avengers, Dark Knight, etc. These fan fiction writers are very great. They are very passionate with their writings even though they don't own them. Congratulations and thank you for all these great writers. I respect the producer, director, actors, voice actors, writers, etc who make all the TV shows, movie, anime, game, novel, etc. Without them, we won't have many great  story. But, we have to admit that they have limitations with what they have and what they present. Off course sometimes, it doesn't enough. That's why fan fiction exist. I know there's many people that don't like fan fiction and the controversy. But, I won't talk about it right now. What I want to say is for people who love story but never read fan fiction. I suggest for all of you to read it right now. I won't say that all fan fiction is good. Some are very bad, but many are very touching. Sometimes, I found myself crying when I was reading particular fan fiction. It was so sad that I find it affects me very much.

Famous site for fan fiction is www.fanfiction.net, www.archieveofourown.org. and other specific fan fiction site like Mulder torture (fan fiction about physical, emotional torture that Mulder experience), JD (John Dorian) angst (the same like mulder torture but for JD from scrubs), and many others. Please try it and review the story. It would encourage them to finish the story. Once again, please give it try, everyone.

God Bless All Of You ^^


Regards,
Angela

Jakarta Book Fair 2014



Nice to meet you again, guys ^^

Beberapa hari yang lalu, telah diadakan Jakarta Book Fair 2014 di Istora Senayan. Tidak dapat dibayangkan betapa senangnya hati saya ketika  mendengar akan diadakannya kembali Jakarta Book Fair setelah ditidadakan beberapa tahun yang lalu atau diadakan secara tidak memadai.

Jakarta Book Fair tahun ini kembali diadakan di Istora Senayan yang luas. Sama seperti pada tahun-tahun lalu, untuk masuk tidak dikenakan biaya alias gratis. Di acara Book Fair ini terdapat banyak penerbit dan toko buku yang menjual buku-buku mereka dengan harga diskon. Tidak hanya itu, bahkan di stand-stand tersebut dijual pula buku-buku lama dan buku-buku langka yang tidak tersedia lagi di Gramedia. Saya datang kesana pada hari kedua, berkeliling dan memilih buku-buku yang "berharga". Tahun ini, saya hanya membeli 2 buku lama (yang tidak pernah saya liat sebelumnya di Gramedia) dan 1 buku baru dari Ufuk (yang dijual dengan diskon 40%).

Dilihat sepintas tidak ada perbedaan yang berarti dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kecuali jumlah stand yang lebih sedikit. Saya ke sana pada malam hari sehingga jumlah pengunjung sedikit dan saya dapat memilih dengan leluasa. Namun, sayangnya saya tidak sempat mengambil foto dengan buku-buku yang telah dibeli untuk diikut sertakan dalam kompetisi selfie yang diadakan. Overall, saya merasa sangat puas dengan acara Book Fair kali ini setelah sebelumnya merasa kecewa dengan penyelenggaraan Jakarta Book Fair di FX Senayan.

Saya berharap agar kedepannya kembali diadakan acara Jakarta Book Fair yang notabene sangat berguna bagi penulis, penerbit, dan pembaca buku. Semoga pula kedepannya Jakarta Book Fair menjadi lebih meriah dan bermanfaat. Cannot wait to come again next year ^^

Regards,
Angela

Friday, May 30, 2014

Amazon Vs Hachette

Hello guys,

Nice to meet you again. Now I want to talk about Amazon vs Hachette disputes

Mungkin sudah banyak yang mengenal perusahaan Amazon di Indonesia. Amazon merupakah salah satu perusahaan ecommerce online terbesar di dunia. Mereka menjual berbagai macam barang mulai dari kebutuhan sehari2 hingga barang elektronik (bila dianalogikan mereka adalah Walmart versi online). Saat ini Amazon sedang terlipat perselisihan dengan salah satu supplier buku mereka yaitu Hachette, yang merupakah salah satu dari 5 perusahaan penerbitan buku terbesar di Amerika. Perusahaan yang berasal dari Prancis ini sedang terlibat perselisihan negosiasi bisnis ebook dengan Amazon. Kabarnya, pihak Amazon meminta agar Hachette membayar biaya marketing dan Amazon berhak menentukan harga buku (sistem retail dan menolak sistem agency). Sedangkan dari pihak Hachette bersikeras untuk menolak persyaratan dari Amazon karena lebih menginginkan sistem Agency dan menolak pembayaran biaya marketing tersebut. Perselisihan ini sudah berlangsung selama kurang lebih sebulan yang berdampak  negatif bagi penulis buku dan customer. Sebagai akibat dari perselisihan tersebut, Amazon mempersulit customer yang ingin membeli buku terbitan Hachette dengan cara memperlama waktu pengiriman buku, mempromosikan buku serupa lain dengan harga yang lebih murah, tidak memberikan diskon  pada buku Hachette, dan mencegah pembelian preorder terhadap buku-buku Hachette yang akan terbit. Penulis-penulis yang terkena dampaknya antara lain : Michael Connelly,  James Patterson, JK Rowling, David Baldacci, Nelson Demille, dll.

Perselisihan tersebut menimbulkan kemarahan dari berbagai pihak. Banyak yang menyalahkan Amazon karena dianggap telah menekan pihak penerbit buku. Amazon sendiri memang memiliki reputasi yang kurang baik di industri penerbitan karena menjual buku dengan harga yang sangat murah dan mengakibatkan turunnya value dari buku. Tidak hanya itu, akibat dari ulah Amazon tersebut, banyak toko buku yang telah gulung tikar karena tidak sanggup bersaing harga dengan Amazon. Namun, adapula yang membela Amazon karena telah membuat harga ebook menjadi lebih murah. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa perselisihan tersebut akan berakhir dengan cepat. Amazon bahkan telah meminta kepada para customernya yang tidak dapat membeli buku Hachette agar membeli di affiliate mereka atau kompetitor mereka. Meskipun perselisihan ini berdampak buruk bagi customer dan penulis buku terbitan Hachette, beberapa toko buku online memanfaatkan momen ini untuk mencuri pelanggan Amazon dengan cara memberikan diskon  terhadap buku-buku terbitan Hachette antara lain : toko buku Books a Million, Zola Books, Wallmart, dan Barnes and Noble.

Kedua belah pihak sepertinya akan terus bersikeras untuk mendapatkan deal terbaik mereka. Akan bagaimanakah perseturuan ini berakhir ? Sepertinya kita masih akan belum mendapatkan jawabannya dalam waktu dekat.

Have a nice weekend guys ^^

Regards,
Angela

Ref : Amazon vs Hachette : Everything You Need To Know About This Feud