Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Thursday, June 30, 2016

Yoochun JYJ : A Rapist ? Not So Fast


from : newseveryday.com

Dear All,

It's have been a long time since I post another article about famous people. Now I would like to talk about newest story about JYJ Park Yoochun after legal battle with SM Entertainment

Mungkin bagi para pencinta Korea boy band nama Park Yoochun JYJ sudah tidak asing lagi. Namun, kali ini kita dikejutkan dengan berita terbarunya. Saat ini Park Yoochun sedang menghadapi tuntutan hukum atas tuduhan pemerkosaan. Berita yang beredar menyebutkan bahwa Pak Yoochun dituntut oleh 5 orang wanita yang bekerja di klub malam yang mengatakan bahwa mereka diperkosa oleh Park Yoochun di kamar mandi. Tidak hanya itu, fans club JYJ DC Gallery bahkan mencabut dukungan mereka terhadap Park Yoochun karena kekecewaan mereka terhadap Park Yoochun. Tentunya hal ini sangat menyakitkan hati bagi para pendukung Yoochun yang menganggap bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Hingga berita ini ditayangkan, polisi Korea masih melakukan penyelidikan terhadap tuduhan tersebut. 

Meskipun Park Yoochun belum dinyatakan bersalah, namun pihak Yoochun merasa tuduhan tersebut telah merusak nama baiknya. Oleh karena itu Park Yoochun dan agensi melakukan tuntutan balik terhadap wanita-wanita tersebut atas tuduhan pemerasan dan pencemaran nama baik. Bahkan Park Yoochun mengatakan wanita pertama yang mengaku diperkosa memerasnya dengan nominal sebesar 1 juta dollar. Tidak hanya itu, ada pula rumor yang mengatakan bahwa tuduhan ini merupakan usaha untuk menutupi kejahatan yang lebih besar. Akan seperti apakah kelanjutan penyelidikan ini ? Dan bagaimanakah kebenaran yang sesungguhnya ? Semuanya masih menjadi teka-teki dan mystery yang harus dipecahkan dan dibuktikan oleh polisi dan jaksa penuntut. 

So, bagi para pendukung Park Yoochun tidak perlu merasa berkecil hati. Keep up your praying and let God do the rest ^^


Regards, 
Angela

Thursday, June 9, 2016

China vs Hongkong : Umbrella Movement


from : TheTimes.co.uk


Dear Team,

Now let's talk about something different than before.

Mungkin sebagian dari kalian sudah mengetahui bahwa saat ini Hongkong sedang mengalami krisis. Namun, bukan krisis ekonomi, melainkan krisis politik. Saat ini hubungan antara Hongkong dengan China sedang mengalami ketegangan. Hal ini berawal dari adanya informasi bahwa kandidat pemimpin Hongkong yang dapat dipilih, telah diseleksi sejak awal oleh China yang tentunya memilih bakal kandidat yang condong ke China. Tidak hanya itu China pun dikabarkan melakukan penculikan terhadap pemilik toko buku yang hendak menjual buku yang dianggap menghina presiden China, Xi Jin Ping. Kontan hal ini memicu kemarahan masyarakat Hongkong yang berpegang pada prinsip demokrasi. Hal ini pun berujung pada unjuk rasa masyarakat Hongkong yang dikenal dengan nama "umbrella movement".  

Meskipun unjuk rasa dimulai pada tahun 2014, namun dampaknya terus memuncak dan masih dapat dirasakan hingga sekarang. Tidak hanya masyarakat Hongkong, bahkan selebritis Hongkong pun ikut ambil suara. Beberapa selebritis Hongkong ikut mendukung "umbrella movement", yang berakibat dengan diblack listnya mereka di daratan China, antara lain Anthony Wong, Ellen Lo, Chapman To. Tidak hanya itu, bahkan selebritis sekaliber Chow Yun Fat ikut mendukung demokrasi di Hongkong. Salah satunya yang baru-baru ini dihebohkan adalah Denise Ho. Denise Ho adalah selebritis sekaligus aktivis Hongkong pro Demokrasi yang terkenal. Dia bahkan bertemu dengan Dalai Lama, yang dianggap sebagai separatis karena ingin memisahkan Tibet dari China. Di samping itu, dia juga menyerukan hak bagi para gay dan lesbian. 

Kontan, pemerintah China pun tidak tinggal diam. Melalui surat kabar pemerintah, China menuduh bahwa Denise Ho adalah separatis. Menyadari bahwa Denise Ho merupakan selebritis yang di black list di China, Lancome (perusahaan kosmetik Prancis dibawah naungan L'Oreal) pun segera membatalkan konser gratis yang diadakan di Hongkong dengan alasan keselamatan melalui akun facebook. Tidak hanya itu, Lancome juga menyatakan bahwa Denise Ho bukan lah bintang iklan dari Lancome. Lancome juga menghapus komen-komen berbahasa China yang ditulis di akun facebooknya. Hal ini dilakukan mengingat China adalah pasar kedua terbesar Lancome setelah USA. Namun, masalah tidak selesai sampai di sini, masyarakat Hongkong pun sangat marah dengan Lancome mengetahui bahwa Lancome tunduk pada China. Mereka pun melakukan demonstrasi untuk memboycot Lancome dan L'Oreal. Akibat kencangnya demonstrasi di Hongkong, pihak Lancome pun menutup toko-tokonya yang ada di Hongkong. Hingga saat ini pihak Lancome dan L'Oreal belum bersedia memberikan komentar. 

So, bagi kalian-kalian semua yang hendak pergi ke China atau Hongkong, hal-hal seperti ini perlu mendapatkan perhatian. Hingga saat ini China dan Hongkong masih dalam situasi yang panas sehingga setiap ucapan dan perbuatan terkait dengan demokrasi, separatisme, dan kemerdekaan harus dijaga dengan hati-hati. 

Have a great days everyone ^^


Regards, 
Angela

Saturday, January 24, 2015

#SaveKPK

Dear All,

 Mungkin seperti yang telah diketahui, saat ini sedang terjadi kisruh perselisihan antara KPK dengan Polri, setelah sebelumnya sempat terjadi kasus serupa di tahun 2010. Masalah kali ini berawal dari penetapan status Calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK, lalu "dibalas" dengan penangkapan wakil ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Polri. Perselisihan antara 2 lembaga penegak hukum ini tentunya merupakan sesuatu yang memprihatinkan. Namun, hal yang menarik disini adalah masyarakat Indonesia lebih memilih untuk mendukung KPK dibandingkan dengan polri, meskipun kedua2nya memiliki amanah untuk mengabdi kepada rakyat.

Antusias masyarakat dalam membela KPK terlihat dari beredarnya trending topic #SaveKPK dan #SayaKPK di twitter. Begitu banyak dukungan mengalir kepada KPK. Hal ini dikarenakan KPK diyakini mampu memberantas akar permasalahan yang melanda negeri ini yaitu Korupsi, dimana korupsi ini telah menimbulkan penderitaan bagi rakyat kecil. Sebaliknya Polri dipersepsikan sebagai lembaga korup. Sebagai Presiden tentunya Jokowi berada dalam pihak yang serba salah dan dituntut untuk bersikap netral demi menjaga stabilitas dan keamanan bangsa. Banyak masyarakat yang meminta agar Jokowi menyelamatkan KPK. Namun, hingga saat ini Jokowi belum mengambil keputusan baik terhadap pelantikan Budi Gunawan ataupun polemik KPK vs Polri kecuali menegaskan agar proses peradilan yang berjalan bersifat objektif dan sesuai hukum yang berlaku.

Saat ini wakil ketua KPK Bambang Widjojanto telah dibebaskan dari tahanan Polri. Namun, kekisruhan ini masih jauh dari selesai. Akan bagaimanakah akhir dari polemik yang terus melanda bangsa Indonesia ? Kita semua hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik untuk masa depan bangsa.
Have a great day everyone ^^
Regards, 
Angela

Tuesday, September 30, 2014

South Korea's Conscriptions Tragedy

Dear all, 

It's been a long time since I write my last post. Today, I want to share about what's happening in South Korea regarding their conscription policy since technically they're still at war with North Korea.

Mungkin seperti yang telah diketahui, wajib militer di Korea Selatan merupakan sebuah keharusan bagi pria Korea Selatan berumur 18 - 35 tahun. Hal ini dikarenakan secara teknis saat ini mereka masih dalam keadaan berperang dengan Korea Utara. Wajib militer merupakan sebuah kebijakan yang umum diambil oleh negara yang rawan konflik seperti Taiwan, Singapore. Wajib militer merupakan sesuatu yang tidak disukai oleh pria di negara tersebut. Hal ini dikarenakan wajib militer sangat menyita waktu dan tenaga mereka serta merugikan dalam hal karir, namun tidak mendapatkan kompensasi yang setimpal. Namun, semuanya itu harus dijalani atas dasar kesetiaan dan kecintaan terhadap negara. Lalu bagaimana bila kesetiaan tersebut berakibat pada bencana hingga kematian ??? Masihkah orang2 ini perlu tetap setia dalam menjalani wajib militer ???

Ya, penyiksaan hingga berujung pada kematian bukan merupakan hal yang baru dalam wajib militer di Korea Selatan. Belakangan ini, terdengar berita menyedihkan bahwa kembali terjadi pemukulan, penyiksaan, dan kata-kata kasar dalam lingkungan wajib militer. Sejak bulan Januari, telah terjadi pelaporan sekitar 350 kasus penganiayaan kepada komisi nasional hak asasi manusia, bahkan diduga masih banyak kasus yang tidak dilaporkan. Yang lebih menyedihkan adalah dugaan adanya usaha menutup-nutupi secara sistematis yang dilakukan oleh militer agar peristiwa memalukan ini tidak diketahui oleh publik. Kasus kematian seorang wajib militer bernama Yoon ini diungkapkan oleh kelompok civil, kelompok pengawas perlindungan hak asasi manusia bagi para militer. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan yang sangat besar bagi warga Korea Selatan hingga berbuah kepada pengunduran diri pemimpin tentara angkatan darat Korea Selatan. Tidak hanya itu, menteri pertahanan Korea meminta agar dibentuk komisi perlindungan hak asasi manusia bagi para militer, secara permanen, untuk mencegah terjadinya penganiayaan lebih lanjut. Pada bulan ini pula, jaksa penuntut militer mengubah tuntutan dari "manslaughter" yang dilakukan oleh 4 orang tentara yang diduga menewaskan Yoon, menjadi "murder". 

Selama ini banyak kematian yang terjadi dalam wajib militer, diatribusikan sebagai "kegagalan dalam penyesuaian diri dengan dunia wajib militer". Namun, para anggota keluarga menolak untuk mengambil jenazah karena ingin pihak independent mengonfirmasi penyebab sesungguhnya kematian orang yang mereka cintai. Kematian dan penyiksaan merupakan hal yang "ditolerir" sehingga para pelaku tidak pernah dihukum secara layak. Hal ini tentunya merupakan sebuah momok bagi Korea Selatan yang merupakan negara maju. Kim Du Kwan yang merupakan mantan menteri, saat ini berusaha untuk mengakhiri wajib militer di negara ginseng tersebut karena dianggap tidak bermanfaat.
Mungkinkah peristiwa tragis ini mampu mengubah dan mereformasi wajib militer di negara Korea Selatan ? Ataukah hal ini akan terus berlanjut dan kematian orang-orang tersebut akan selalu dianggap sebagai "kegagalan" ??? Semoga peristiwa menyedihkan ini tidak lagi terjadi karena setiap nyawa sangat berharga. God Bless You All

Regards,

Wednesday, August 27, 2014

Hillary Clinton Extravaganza Fee. Is It Worth It ????

Dear All,

Long time no see. Genki desu ka ? I hope you are all very well. 

Sekarang saya ingin mengulas sedikit mengenai Hillary Clinton Fee. Siapa yang tidak kenal dengan Hillary Clinton !? Ya, dia adalah istri dari mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton. Dia juga pernah menjabat sebagai senator Amerika dan menteri luar negeri Amerika setelah dikalahkan dalam pemilihan awal bakal calon partai Demokrat oleh Barrack Obama. Keluar dari dunia politik, tidak membuat Hillary Clinton kehilangan pamornya. Belakangan ini dia menulis dan menerbitkan buku keduanya yang berjudul "Hard Choice". Buku ini diterbitkan oleh penerbit besar Simon and Schuster. Kabarnya fee yang dibayarkan untuk buku ini sebesar 14 juta dollar (belum termasuk tour dan tanda tangan buku). Buku ini diterbitkan sebanyak 1 juta exemplar dan diedarkan ke toko-toko buku dengan sistem konsinyasi. Yang berarti bahwa buku yang tidak terjual dapat dikembalikan ke perusahan penerbit.

Tentunya dengan modal yang dikeluarkan begitu besar, pihak Simon and Schuster berharap bahwa buku tersebut akan terjual dengan laris, sama seperti buku pertamanya yang berjudul "Living History". Namun, apa daya malang tak dapat ditolak. Sama seperti sosok Hillary Clinton yang penuh dengan kontroversi, buku ini pun sepertinya tidak dapat melepaskan diri dari awan gelap yang menaunginya. Review di Amazon tidak lha begitu baik, sebaliknya banyak orang yang memberikan rating 1 terhadap buku ini. Terlepas dari isi buku itu sendiri, penjualan buku ini sangatlah buruk. Dari minggu pertama hanya sekitar 100.000 exemplar hard copy yang terjual. Penjualan di minggu kedua menurun sebesar 44% dan di minggu ketiga menurun lagi sebesar 46%. Hingga minggu keempat hanya tinggal 17.000 exemplar yang terjual. Hal ini tentunya menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi Simon and Schuster. Ditambah lagi tidak ada penerbit buku di China yang berniat menerbitkan buku tersebut mengingat sosok Hillary Clinton yang menentang pemerintah China. 

Dengan penjualan yang sangat buruk, Hillary Clinton bisa mendapatkan income sebesar 14 juta dollar merupakan hal yang fantastis. Belum lagi ditambah dengan feenya berbicara di Universitas-Universitas sebesar $200.000-an. Belakangan ini diketahui bahwa Hillary Clinton menarik bayaran sebesar $225.000 untuk berbicara di University of Nevada Las Vegas pada bulan Oktober. Belum termasuk permintaan agar pihak Universitas menyediakan kamar hotel Presidential Suite untuk para stafnya, pesawat pribadi seharga minimal $39 juta, stenographer pribadi untuk report pribadi, dan persyaratan-persyaratan lainnya seperti hanya Hillary yang boleh berbicara di panggung, tidak lebih dari 90 menit, dan di foto tidak lebih dari 50x dan tidak lebih dari 100 orang, tidak boleh diliput oleh siapapun, dst.

Kontan hal ini menimbulkan protes bagi para mahasiswa University of Nevada Las Vegas, yang baru-baru ini harus membayar kenaikan uang kuliah. Mereka menuntut agar Hillary mengembalikan  uang tersebut. Juru bicara Hillary mengatakan bahwa fee tersebut di sumbangkan ke yayasan Clinton. Hal ini tentunya sangat menyakitkan bagi mereka yang hidup di kalangan tidak mampu di mana kemiskinan dan korupsi terjadi dimana2. Semoga kedepannya gaya hidup hedonisme ini dapat lebih diminimalisir dan rezeki yang berlebih dapat digunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Love you all ^^

Regards, 

Wednesday, August 6, 2014

Apple Acquire Beats and Lay Off Some of Its Employees



Dear All,

Mungkin seperti yang telah didengar, perusahaan Apple akhirnya  mengakuisisi Beats, perusahaan pembuat peralatan elektronik earphone dan headphone Beats dan jasa unlimited streaming music. Apple mengeluarkan uang senilai 3 milyar dollar untuk membeli perusahaan yang didirikan oleh Jimmy Lovine dan Dr Dre. Akuisisi ini pun tidak mendapat tentangan dari pemerintah. Akibat dari akuisisi ini, team Beats pun bergabung menjadi bagian dari keluarga Apple. Untuk menyambut mereka, Apple pun mengucapkan selamat datang kepada tim dari Beats. Meskipun demikian, tidak semua pihak menyambut peristiwa penyatuan dua perusahaan ini dengan gembira. Kabarnya, Apple hanya akan menerima 700-an karyawan Beats yang berada di divisi pengembangan elektronik dan musicnya. Sedangkan sisanya sebesar 200 karyawan yang kebanyakan berada di divisi support seperti HRD, Finance, Legal, Customer Service, dll tidak lha seberuntung itu. Rumor yang beredar mengatakan bahwa PHK telah dilakukan terhadap posisi-posisi tersebut.

Namun, pihak Apple membantah berita tersebut dengan mengatakan bahwa semua karyawan telah ditawarkan posisi di Apple. Namun, kontrak tersebut hanya berlangsung selama 3 bulan hingga 1 tahun hingga Apple dapat menemukan posisi permanen untuk mereka. Akuisisi ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan bagi para karyawan Beats. Untuk membantu mereka, Apple telah menyediakan hotline khusus untuk menjawab pertanyaan mengenai masalah transisi dan uang pesangon bagi karyawan Beats. 

Di tengah kegembiraan bergabungnya keluarga Beats menjadi bagian dari keluarga Apple, peristiwa ini tentunya menjadi momen tersendiri yang menyakitkan bagi mereka yang harus kehilangan pekerjaan. Pemutusan Hubungan Kerja memang saat ini sedang marak terjadi di Amerika. Perusahaan besar lainnya yang akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja adalah Microsoft (sebesar 18.000 karyawan) dan IBM (sebesar 13.000 - 15.000 karyawan). Meskipun peristiwa PHK ini tidak dapat terelakkan, namun dengan komunikasi, bantuan, dan uang pesangon yang memadai, dampak negatif dari peristiwa ini dapat diminimalisasi. Dan semoga mereka yang terkena PHK dapat menyikapi peristiwa pahit ini dengan bijaksana dan mengambil hikmah dari semua ini. 

Regards, 

Friday, July 11, 2014

BNP Paribas and 9 Billion Dollar Fine Controversy

Dear All,

Always love to share great and interesting articles for you guys.

Mungkin bagi yang bekerja atau memiliki hubungan dengan dunia perbankan, berita ini sudah tidak asing lagi. Ya, berita heboh ini mengguncang dunia perbankan di seluruh dunia. Bagaimana tidak ? BNP Paribas yang merupakan bank terbesar Prancis dikenai denda sebesar 9 milyar dollar. Ya, tidak salah dengar 9 milyar dollar. Apa yang sebenarnya terjadi hingga bank kepunyaan sekutu Amerika ini didenda sebesar 9 milyar dollar ?

Menurut tuntutan departemen kehakiman Amerika, bank Prancis ini telah melanggar peraturan Amerika yang melarang institusi untuk melakukan transaksi dengan negara-negara yang dikenai sanksi Amerika seperti Iran, Sudan, dan Kuba. Tidak puas dengan denda sebesar 9 milyar dollar, bank ini pun dilarang untuk melakukan transaksi keuangan tertentu dalam dollar. 

Mengapa berita ini menghebohkan ? Karena baru kali ini sebuah institusi keuangan dikenakan denda yang begitu besar. Di samping itu, denda ini dianggap tidak lazim karena bank Prancis ini tidak melanggar peraturan Uni Eropa dan transaksi tersebut dilakukan oleh kantor pusat Eropa. Beberapa dugaan pun bermunculan. Ada yang mengatakan bahwa bank Prancis ini merupakan korban dari departemen kehakiman Amerika yang ingin menunjukkan bahwa tidak ada bank yang terlalu besar untuk dijatuhi hukuman. Ada pula yang mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk memberikan bank-bank Amerika keuntungan dibandingkan bank Eropa. Namun, dugaan yang paling mengejutkan datang dari Presiden Putin yang mengatakan bahwa hukuman ini dijatuhkan karena Prancis melakukan transaksi dengan Russia pada masa pemerintahan Presiden Sarkoz. Transaksi yang dimaksud yaitu Prancis akan menyediakan 2 platform landing helikopter Mistral kepada Russia. Amerika diduga memberikan tekanan kepada pihak Prancis agar membatalkan transaksi tersebut. 

Dugaan ini muncul karena pada awalnya, bank Prancis telah menyiapkan dana denda sebesar 1 milyar dollar. Namun, tiba-tiba denda tersebut meningkat menjadi 9 milyar dollar. Peristiwa ini menimbulkan sentimen negatif dari masyarakat Eropa yang menganggap Amerika telah melebihi wewenangnya dalam menjatuhkan hukuman kepada perusahaan non Amerika. Apakah peristiwan ini akan menjadi cikal bakal perselisihan antara pihak Eropa dan Amerika ? Hanya waktu yang akan menjawabnya

Regards,

Friday, June 20, 2014

Verigames from DARPA, what do you think about it ???



Good afternoon everyone,

Now, I want to talk about some interesting games that I found in the internet, which is verigames

Apa sih verigames ? verigames adalah sebuah website game online gratis yang dikembangkan oleh NASA dengan bekerja sama dengan universitas-universitas swasta.

Lho, buat apa DARPA membuat games online gratis lagi ???

Eits, sabar dulu, games ini tidak seperti layaknya game pada umumnya. Games ini merupakan games unik yang dikembangkan oleh DARPA untuk membantunya menyelesaikan formal verification process pada software yang digunakan oleh perusahaan dan militer di Amerika.

Jadi tambah bingung, apa lagi tuh formal verification process ???

Jadi singkat cerita, formal verification process merupakan sebuah prosess untuk memferifikasi ada tidaknya celah-celah dalam software yang dibuat tersebut. Celah-celah tersebut bila ditemukan tentunya harus segera ditutup agar tidak dapat dimanfaatkan oleh hacker untuk menembus sistem keamanan dari software tersebut.

Lho kenapa dalam bentuk games ??? Mangnya gak ada profesional yang bisa nih ???

Sebelum-sebelumnya formal verification process ini dilakukan oleh para expert yang profesional di bidang IT. Namun, para expert ini jumlahnya tidak banyak dan membutuhkan biaya yang besar. Serta membutuhkan waktu yang lebih dalam dalam proses penyelesaiannya. So, DARPA memikirkan sebuah ide bagaimana caranya melakukan formal verification process dengan waktu yang lebih cepat dan biaya yang lebih sedikit. Alhasil, dibuatlah game-game yang ada di verigames.

Seperti apa sih game-game di verigames ???

Di website verigames terdapat 5 buah game matematika / puzzle, yang menuntut kreativitas dan logika dalam berpikir untuk menyelesaikan puzzle-puzzle yang ada. Game-game tersebut antara lain : Circuit Bot, Flow Jam, Ghost Map, StormBound, Xylem.

So, bagi yang penasaran dan tertantang untuk memainkan game-game ini bisa langsung ke website verigames. Have fun guys ^^

Regards,

Judge May Not Agree With Anti Poaching Settlement Lawsuit

Dear all,

Sorry for not writing again sooner. Here I come

Siapa yang tidak menginginkan untuk bekerja di Sillicon Valley ? Kebanyakan dari kita memimpikan untuk bekerja di perusahaan teknologi raksasa semacam Google, Apple, Adobe, Intel, dll. Perusahaan-perusahaan ini memberikan salary yang sangat tinggi. Hal ini wajar mengingat perusahaan-perusahaan ini memiliki omset yang luar biasa besar. Dan omset-omset tersebut tidak terlepas dari jerih payah dan usaha para pekerjanya. Namun, saat ini sedang terjadi perselisihan antara para pekerja dengan pihak management. Hal ini bermula dari terciumnya perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh pihak management untuk membatasi kepindahan pekerjanya ke perusahaan competitor. Bukti-bukti dari dokumen internal menunjukkan bahwa terjadi kesepakatan antar para raksasa teknologi ini untuk tidak saling merekrut pekerja masing-masing satu dengan yang lain. 

Terbongkarnya  peristiwa ini menimbulkan kemarahan dari pihak pekerja dan mereka pun mengajukan tuntutan kerugian kepada perusahaan-perusahaan ini. Berdasarkan penilaian yang beredar, perusahaan ini dapat dikenakan denda sebesar 3 milyar dollar dan bahkan dilipat gandakan menjadi 9 milyar dollar bila terbukti bersalah. Melihat jumlah yang begitu besar, tidak heran bahwa perusahaan tersebut berusaha untuk membatalkan tuntutan class action tersebut hingga menegosiasikan kesepakatan agar tuntutan ini tidak berlanjut ke pengadilan. 

Beberapa hari sebelum tanggal persidangan, diumumkan bahwa telah terjadi kesepakatan antara pekerja dan pihak management yaitu kesepakatan ganti rugi sebesar 324 juta dollar. Wow meskipun 3 milyar dollar, tetap merupakan nominal yang besar. Eits, tapi tidak demikian menurut Michael Devine salah seorang penuntut. Menurutnya jumlah tersebut sangat tidak sebanding dengan denda yang mungkin dijatuhkan sebesar 3 milyar dollar mengingat banyaknya bukti yang mendukung adanya tindakan ilegal kolusi antar perusahaan. Ia pun menambahkan bahwa pihak pengacara dalam menegosikasikan kesepakatan tidak melibatkan penuntut. Dari jumlah 324 juta dollar tersebut, 80 juta-nya merupakan bayaran untuk pengacara. Alhasil, sisanya sebesar 244 juta dollar yang harus dibagi dengan lebih dari 60 ribu penuntut, hanya memberikan  masing-masing penuntut sebesar 3,572 dollar. Ia pun meminta kepada pihak jaksa agar menolak kesepakatan tersebut karena dianggapnya tidak memberikan rasa keadilan kepada para pekerja dan tidak membuat kapok pihak perusahaan. 

Tidak hanya Devine, ada pula beberapa pekerja yang menyampaikan keberatan sempurna. Namun, banyak pula yang mendukung hasil dari kesepatakan ini. Hingga berita ini turun, hakim belum memberikan keputusan apakah akan menerima atau menolak hasil dari kesepakatan ini. Akankah hakim Lucy Koh berpihak kepada para pekerja untuk memenuhi unsur keadilan ? ataukah kepada para perusahaan yang dianggapnya sudah memberikan denda yang sepantasnya ? Hal ini tentunya akan sangat menarik untuk disimak. See you next time guys ^^

Regards, 

Friday, June 13, 2014

Uber, Lyft, Sidecar, What's That ????

Dear All,

Today is friday, which means tomorrow is weekend. Hello holidays, I'm coming. Cannot wait .....

Mungkin banyak yang belum tahu mengenai Uber, Lyft, dan Sidecar. What's that ??? Ok, now the explanation. Uber, Lyft, dan Sidecar merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia transportasi. Mereka adalah perusahaan networking yang memberikan jasa transportasi bagi yang membutuhkan.

"Di Indonesia itu mah sudah ada banyak kayak taksi, bus, angkot. dsb. Apa istimewanya Uber, Lyft, Sidecar, dan kawan-kawannya ????"

Eits, sabar dulu. Uber, Lyft, dan Sidecar bukan merupakan perusahaan transportasi pada umumnya. Di Amerika, mereka dikenal dengan sebutan Transportation Networking Company (TNC). TNC menyediakan aplikasi yang menghubungkan antara pengendara dengan penumpang dan jasa ridesharing seperti nebeng. Perusahaan startup ini merupakan sebuah inovasi dalam dunia transportasi karena dapat mengurangi kemacetan, polusi udara, dan juga menambah penghasilan bagi para supir startup ini. Dan lebih enaknya lagi, prakis tanpa menggunakan uang tunai alias kartu kredit. So, kita2 gak perlu repot mengeluarkan dompet atau mencari uang pas.

"Kayaknya menarik nih, bagaimana sih cara kerjanya ???"

Sebelum dapat menggunakakn TNC ini, penumpang wajib download aplikasi  mereka di Google Play, App Store. Lalu mengisi data2 mereka di aplikasi tersebut. Dan ketika membutuhkan jasa transportasi, tinggal menekan tombol yang ada lalu kendaraan tersebut akan datang dan siap mengantar kita ke tempat tujuan.

"Wah asyik banget donk, pasti banyak yang suka, kapan ada di Indonesia ???""

Saat ini baru Uber yang ada Jakarta, itu pun baru melakukan soft launcing dan belum beroperasi secara oficial. Sedangkan untuk Lyft dan Sidecar masih terbatas di kota-kota tertentu di Amerika dan Eropa. Tapi perusahaan TNC ini bukannya tanpa masalah. Hal ini menjadi kontroversial karena perusahaan transportasi traditional seperti taksi menganggap bahwa perusahaan TNC ini telah melanggar peraturan dengan tidak memenuhi persyaratan untuk beroperasi sebagai perusahaan transportasi publik. Mereka dianggap membahayakan keselamatan penumpang karena tidak diatur secara ketat seperti perusahaan taksi yang harus menjalani pemeriksaan yang mendalam. Selain itu, perusahaan TNC ini diyakini akan  mengurangi penghasilan para supir taksi. So, hingga sekarang, sering terjadi demonstrasi penolakan kehadiran perusahaan TNC ini di beberapa kota di Amerika dan Eropa.

Akan seperti apakah perkembangan perusahaan TNC ini ? bagaimana mereka akan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan perusahaan taksi dan pemerintah ? Bisakah Uber sukses dan diterima oleh masyarakat Jakarta dengan berbagai persoalannya ? hanya waktu yang akan menjawabnya

Bagi yang berminat mencoba promo gratis Uber senilai Rp 100.000,- bisa klik link berikut ini :  


Have a nice weekend, everyone ^^

Regards,
Angela


Friday, June 6, 2014

Youtube vs Indie Music

 Dear all,

I'm back again. I've just heard some disturbing information about YouTube. 

Di zaman teknologi seperti sekarang, nama YouTube sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Namun, belakangan ini terdengar informasi tidak sedap mengenai YouTube. YouTube dikabarkan berencana untuk mengeluarkan jasa streaming musik yang disebut Music Pass. Belakangan ini jasa streaming musik semakin menjadi trend dan keharusan bagi para pencinta musik. Dengan menggunakan jasa streaming musik, para pencinta musik tidak perlu lagi membeli musik dengan harga yang mahal ataupun melakukan download secara ilegal. Cukup dengan mengeluarkan biaya kurang lebih 8 - 10$ / bulan, para pencinta musik sudah dapat mendengarkan musik tanpa batas melalui streaming. Jasa streaming musik mulai semakin digemari dan menggantikan pembelian album musik. Tidak heran, bila Google yang merupakan induk dari YouTube tidak ingin ketinggalan untuk ambil bagian dari jasa streaming musik. YouTube sendiri merupakan wahana yang banyak dipakai oleh para penyanyi dan band untuk mempopulerkan lagu dan album mereka, terutama bagi para penyanyi indie. 

Lalu dimana letak permasalahan bagi YouTube dalam menyediakan jasa streaming service ? Berita yang beredar menyebutkan bahwa YouTube telah melakukan negosiasi dengan 3 publisher terbesar musik yaitu Universal, Warner, dan Sony Music. Namun, tidak demikian halnya dengan Indie Music. YouTube dikabarkan memberikan kontrak yang berbeda terhadap para Publisher lagu Indie. Kontrak tersebut dikabarkan memberikan royalti yang sangat kecil dan tidak dapat dinegosiasikan. Tidak hanya itu, YouTube juga dikabarkan mengancam akan melakukan pemblokiran terhadap lagu-lagu Indie bagi mereka yang menolak untuk menerima kontrak tersebut. Tak heran, hal ini menimbulkan kemarahan bagi para Publisher lagu Indie dan mereka pun melaporkan Google ke Komisi Eropa agar melakukan intervensi terhadap taktik "bullying" Google. Perselisihan ini mengakibatkan tertunda-nya peluncuran jasa streaming Google "Music Pass"

Tindakan ini sangat tidak lazim bagi Google yang menganut prinsip keterbukaan dan kebebasan. Bila Google tetap bersikeras pada pendiriannya, maka hal ini akan berakibat buruk bagi para Publisher lagu Indie dan pencinta lagu Indie. Lagu Indie yang terkena dampaknya antara lain Radiohead, Queens of the Stone Age, Vampire Weekend, Goldfrapp, The Prodigy, Nitin Sawhney, The xx, M.I.A. and Grimes, Adele and The White Stripes, Franz Ferdinand, Arctic Monkeys, dll.  

So, bagi kalian-kalian semua para pencinta lagu Indie harus bersiap-siap tidak dapat mendengarkan lagu kecintaan kalian dalam "Music Pass" bila tidak tercapainya kesepakatan antara Google dan Publisher Indie. Yang lebih buruk lagi bila Komisi Eropa tidak turun tangan dan menghentikan Google dalam melaksanakan ancamannya, maka harus kemana Publisher lagu Indie mempromosikan lagunya ? Semoga saja perselisihan antara Google dan Publisher Indie dapat segera terselesaikan dan kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. 

Have a nice weekend ^^

Regards,
Angela

Ref : Youtube to block indie labels who don't sign up to new music service




Friday, May 30, 2014

Amazon Vs Hachette

Hello guys,

Nice to meet you again. Now I want to talk about Amazon vs Hachette disputes

Mungkin sudah banyak yang mengenal perusahaan Amazon di Indonesia. Amazon merupakah salah satu perusahaan ecommerce online terbesar di dunia. Mereka menjual berbagai macam barang mulai dari kebutuhan sehari2 hingga barang elektronik (bila dianalogikan mereka adalah Walmart versi online). Saat ini Amazon sedang terlipat perselisihan dengan salah satu supplier buku mereka yaitu Hachette, yang merupakah salah satu dari 5 perusahaan penerbitan buku terbesar di Amerika. Perusahaan yang berasal dari Prancis ini sedang terlibat perselisihan negosiasi bisnis ebook dengan Amazon. Kabarnya, pihak Amazon meminta agar Hachette membayar biaya marketing dan Amazon berhak menentukan harga buku (sistem retail dan menolak sistem agency). Sedangkan dari pihak Hachette bersikeras untuk menolak persyaratan dari Amazon karena lebih menginginkan sistem Agency dan menolak pembayaran biaya marketing tersebut. Perselisihan ini sudah berlangsung selama kurang lebih sebulan yang berdampak  negatif bagi penulis buku dan customer. Sebagai akibat dari perselisihan tersebut, Amazon mempersulit customer yang ingin membeli buku terbitan Hachette dengan cara memperlama waktu pengiriman buku, mempromosikan buku serupa lain dengan harga yang lebih murah, tidak memberikan diskon  pada buku Hachette, dan mencegah pembelian preorder terhadap buku-buku Hachette yang akan terbit. Penulis-penulis yang terkena dampaknya antara lain : Michael Connelly,  James Patterson, JK Rowling, David Baldacci, Nelson Demille, dll.

Perselisihan tersebut menimbulkan kemarahan dari berbagai pihak. Banyak yang menyalahkan Amazon karena dianggap telah menekan pihak penerbit buku. Amazon sendiri memang memiliki reputasi yang kurang baik di industri penerbitan karena menjual buku dengan harga yang sangat murah dan mengakibatkan turunnya value dari buku. Tidak hanya itu, akibat dari ulah Amazon tersebut, banyak toko buku yang telah gulung tikar karena tidak sanggup bersaing harga dengan Amazon. Namun, adapula yang membela Amazon karena telah membuat harga ebook menjadi lebih murah. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa perselisihan tersebut akan berakhir dengan cepat. Amazon bahkan telah meminta kepada para customernya yang tidak dapat membeli buku Hachette agar membeli di affiliate mereka atau kompetitor mereka. Meskipun perselisihan ini berdampak buruk bagi customer dan penulis buku terbitan Hachette, beberapa toko buku online memanfaatkan momen ini untuk mencuri pelanggan Amazon dengan cara memberikan diskon  terhadap buku-buku terbitan Hachette antara lain : toko buku Books a Million, Zola Books, Wallmart, dan Barnes and Noble.

Kedua belah pihak sepertinya akan terus bersikeras untuk mendapatkan deal terbaik mereka. Akan bagaimanakah perseturuan ini berakhir ? Sepertinya kita masih akan belum mendapatkan jawabannya dalam waktu dekat.

Have a nice weekend guys ^^

Regards,
Angela

Ref : Amazon vs Hachette : Everything You Need To Know About This Feud

Wednesday, May 28, 2014

Selamatkan Net Neutrality

Dear All,

At last I can made my first post after a long time hiatus from another blog. This blog was intended to share precious information about our worlds. Now I want to talk about Net Neutrality.

Saat ini di Amerika sedang heboh dengan Net Neutrality. Apa sih Net Neutrality itu ? Net Neutrality adalah semacam hukum yang mewajibkan perusahaan penyedia internet (ISP) untuk memberlakukan akses internet terhadap setiap website secara sama dan adil. Namun, belakangan ini terdengar kabar buruk bahwa FCC (badan federal America yang bertanggungjawab atas komunikasi baik melalui telepon maupun internet) berencana untuk mengubah peraturan Net Neutrality dimana ISP boleh mengenakan biaya tambahan terhadap website yang ingin memperoleh "fast Line". Akses langsung terhadap server ISP tersebut. Notabene, hal ini akan mengakibatkan adanya diskiriminasi terhadap website-website yang tidak mampu membayar akses "Fast Line" tersebut. Dapat dibayangkan dampak negatifnya bila akses seseorang terhadap website yang disukai dibatasi. Tentunya hal ini akan menimbulkan dampak yang buruk terhadap inovasi, kompetisi, dan kebebasan berpendapat.

So, saya ingin mengajak masyarakat Indonesia yang peduli dengan kebebasan, keterbukaan, dan inovasi untuk menolak adanya diskriminasi terhadap website-website kecil. Saat ini sedang diadakan petisi penolakan terhadap peraturan Net Neutrality baru yang tidak Net Neutrality. Bagi yang berminat, bisa join dan mengisi petisi tersebut di link ini :

http://act.rootsaction.org/p/dia/action3/common/public/?action_KEY=9726

Tolong sebar luaskan informasi dan petisi ini. Sendiri kita tidak dapat mengubah apa2. Namun bersama2, kita dapat mengubah dunia ke tempat yang lebih baik.

Have a good day everyone ^^

Regards,
Angela

Ref : FCC "fast lane" threatenes free exchange of ideas